Rabu, 03 Desember 2014

Setetes madu jatuh diatas tanah

Datanglah seekor semut kecil, perlahan lahan dicicipinya madu tersebut
Hmmmm…….manis. lalu dia beranjak hendak pergi.
Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Diapun kembali mencicipinya lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.
Namun ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pingkir tetesannya saja.
Dia piker, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bias menikmati manisnya, lagi dan lagi.
Maka masuklah sang semut tepat di tengah tetesan madu.
Ternyata badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah.
Dan…… tentu saja tak bias bergerak.
Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.
Demikian analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia sebagaimana perumpamaan dalam sebuah pepatah arab :
“ hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu”.
Maka siapa saja yang mencicipinya sedikit, ia akan selamat.

Namun siapa yang menceburkan diri kedalamnya, ia akan binasa.

1 Komentar:

Pada 4 Desember 2014 pukul 18.37 , Blogger Derry Pradhana mengatakan...

subhanallah, luar biasa banget

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda